Arti analisis teknikal dan fundamental

Pengertian Analisa Teknikal Dalam Trading Forex

Tarif Dasar dan Batasan Perdagangan (Bagian 1).

Analisa teknikal merupakan analisa yang dilakukan terhadap pergerakan harga pada chart trading forex pada pair mata uang tertentu atau perdagangan lainnya. Pada prinsipnya trader melakukan analisa teknikal untuk memprediksi harga masa depan dengan berdasarkan perhitungan data masa lalu. Analisa Teknikal adalah suatu aktivitas trader forex yang dalam mempelajari pergerakan harga berdasarkan informasi pada chart. Melalui analisa teknikal ini, trader berharap akan tahu kemungkinan harga yang akan terjadi kedepannya, apakah naik atau turun.

blog categories

Suatu bagian penting yang harus diketahui dari setiap pemula adalah mengetahui perbedaan antara analisa fundamental dan analisa teknikal. Banyak investor / trader menggunakan analisa fundamental atau teknikal ketika mereka masuk ke .

Para palaku pasar valuta asing menggunakan diagram atau chart sebagai alat utama dalam melakukan analisis pergerakan kurs. Selain itu, para pelaku juga menggunakan alat bantu yang dikenal dengan sebutan indikator teknikal. Indikator merupakan metoda pendekatan yang digunakan untuk mengevaluasi atau mengidentifikasi pergerakan kurs di masa lalu dengan menggunakan formula atau rumus matematika tertentu.

Pada prinsipnya, Indikator adalah sebuah tool yang merepresentasikan pergerakan kurs sesuai dengan formula dan asumsinya. Jadi, data yang ditunjukkan oleh indikator merupakan modifikasi dari data kurs dalam bentuk data yang lain. Data kuatitatif yang diindikasikan oleh indikator pada umumnya divisualisasikan dalam bentuk kurva atau garis. Hasil perhitungan dalam bentuk kurva ini kemudian digunakan sebagai acuan untuk memprediksi pergerakan kurs di masa akan datang.

Para trader biasa menyebut acuan yang diberikan oleh indikator teknikal sebagai signal. Para trader kawakan akan menyarankan untuk membuka transaksi setelah titik acuan benar-benar terjadi. Data yang digunakan dalam perhitungan indikator adalah kurs pembukaan , tertinggi, terrendah, atau penutupan. Dalam perhitungannya, indikator dapat menggunakan satu atau lebih data-data tersebut. Umumnya data yang digunakan adalah kurs penutupan saja. Namun beberapa indikator menggunakan kombinasi antara kurs penutupan dengan tertinggi dan terrendah atau kombinasi lainnya.

Penyelesaian perhitungan pada indikator teknikal dilakukan dengan software komputer. Untuk itu metoda ini biasa disebut dengan computerized techinical analysis. Pada trading platform metatrader, indikator dibuat dalam bahasa program MetaQuotes Language , MQL, yaitu software program khusus untuk menyelesaikan perhitungan sesuai dengan model matematikanya. Penggunaan indikator-indikator technical analysis dapat anda sesuaikan dengan profil style trading dan frekwensi trading anda.

Semakin pendek timeframe yang anda gunakan, maka pergerakan indikator tersebut akan semakin tinggi volatilitasnya. Pada instrumen yang bergerak uptrend , maka pergerakan harga akan cenderung breakout menembus resistance dan menciptakan level resistance yang baru, sebaliknya pada instrumen yang downtrend, harga akan cenderung menembus support untuk menciptakan level support yang baru.

Hal ini lah yang juga sering dijadikan acuan oleh trader ataupun para analis untuk menganalisa guna mengambil keputusan trading. Apa yang dijelaskan diatas adalah penjelasan umum saja tentang Technical Analysis. Hal ini akan terus berulang-ulang terjadi. Akibat sering terjadinya hal ini dimana maka munculah teori: Namun kita dapat mengantisipasinya bila menerapkan suatu trading plan dan money management yang baik dan benar.

Karena faktor utama utuk sukses bertrading pada dasarnya adalah pada money management dan trading plan itu sendiri. Notify me of new posts by email. This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed. Bagaimana cara menghitung Profit dan Loss?

Sejarah Analisa Teknikal

Harga yang ditampilkan di sebuah chart merupakan cerminan dari seluruh kondisi dan berbagai faktor yang terjadi di pasar. Bollinger bands sendiri sebenarnya terdiri atas tiga buah

Closed On:

Hal ini merupakan suatu kelemahan dari indikator teknikal. Indikator yang digunakan bisa juga berupa objek statis seperti trendline, fibonacci, channel, support dan resistance, dan sejenisnya.

Copyright © 2015 tendiris.ga

Powered By http://tendiris.ga/